SMANSAKUTO

SMA N 1 Kutowinangun : Canangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)

Kategori : SSK   Dipublish pada tanggal 09/12/2024 13:29:01 WIB

#
SSK 09/12/2024 13:29:01 WIB Dilihat 715 kali

SMA N 1 Kutowinangun : Canangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)

SMANSaKuNews. Demografi penduduk tidak hanya membahas soal kelahiran (natalitas)dan kematian (mortalitas) juga mencakup seperti jumlah penduduk, ukuran, kematian dan penuaan, persebaran geografis, komposisi penduduk, karakter geografis serta mobilitasnya, dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat berubah.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah melalui BKKBN memberikan perhatian khusus menangani berbagai issu tentang kependudukan ini, pada mobilitas dan perkembangan penduduk usia remaja yang dirasa cukup mengkhawatirkan. Issu tentang kenakalan remaja, pergaulan bebas, bahaya Narkoba, pernikahan dini dan kesehatan remaja menjadi issu yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat remaja adalah generasi yang akan meneruskan estafet bangsa.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah  sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, di mana di dalamnya terdapat sudut kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan secara terintegrasi ke dalam pembelajaran.

Tahun 2024 SMA Negeri 1 Kutowinangun mencanangkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Melalui program SSK ini diharapkan sekolah dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa sekolah mengenai isu-isutentang kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi dan program-program lain yang menyangkut remaja. Program ini diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kesadaran tentang kependudukan menjadi penting, mengingat interaksi remaja dan pelajar cukup mengkhawatirkan bagi tumbuh dan kembangnya remaja. Arus teknologi informasi menjadi pemicu utama, sehingga perkembangan remaja harus  mendapat pengawasan yang serius dari orang tua dan sekolah.  Ada beberapa manfaat dari program SSK ini bagi remaja/pelajar:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kependudukan dan statistik
  • Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam penggunaan data statistik dan kependudukan
  • Membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar 

Sekolah membentuk tim SSK yang melibatkan guru dari berbagai disiplin ilmu, seperti guru mapel Geografi, Biologi, Sosiologi dan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP). Dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), siswa dapat diberikan materi yang memuat tentang:

  • Pentingnya perencanaan keluarga
  • Dampak pertumbuhan penduduk yang cepat
  • Kesehatan reproduksi
  • Pentingnya kesehatan mental
  • Pencegahan pernikahan usia anak
  • Pencegahan stunting
  • Bahaya narkoba 

Dengan menggandeng beberapa guru mata pelajaran yang relevan, Tim SSK SMA Negeri 1 Kutowinangun yang dimotori oleh Ibu Dyah Cahya Ningrum, S.Pd telah menyusun berbagai program dalam upaya mensosialisasikan program ini sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya Siaga Kependudukan. Melalui program SSK ini diharapkan dapat menurunkan beberapa gejala dan perilaku negatif seputar kependudukan, seperti stunting, pernikahan dini, pergaulan bebas, penyakit kelamin dan pengaruh Narkoba dan sejenisnya yang marak di kalangan pelajar. Dalam pelaksanaan SSK, pihak sekolah juga dapat menjalin kerja sama dengan PLKB, Puskermas, Dinas Sosial, BNN Propinsi, Kepolisian, dan mitra utama yaitu BKKBN. (red-SMANSaKu-SSK)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya