Mencontek Adalah Virus

Penulis : Ami Safitri
Tanggal :02 Maret 2016

Budaya mencontek nampaknya sudah tidak asing lagi bagi kita para pelajar. Mencontek adalah hal negatif yang sangat sulit dihilangkan dari sebagian pelajar di Indonesia. Hal negatif ini semakin lama bukanya semakin berkurang justru semakin bertambah.
Berbicara mengenai budaya mencontek, mungkin juga erat kaitannya dengan siswa – siswi SMA Negeri 1 Kutowinangun. SMA N 1 Kutowinangun  ini adalah salah satu sekolah favorit di  Kebumen, khususnya di Kutowinangun. Tentunya sekolah ini memiliki murid-murid yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dibandingkan dengan murid-murid di sekolah lainnya.
Seperti halnya SMA Negeri lainnya tentunya, Smansaku tingkat pemahaman siswanya dalam menyerap pelajaran berbeda-beda . Ada yang cepat, sedang dan lamban. Selain itu, ada juga siswa yang pada dasarnya  pintar tetapi  malas belajar. Nah, kemalasan  belajarnya  inilah mendorong mereka untuk berbuat kecurangan dengan  mencontek saat ulangan.
Perilaku mencontek ini adalah suatu hal yang dapat dikatakan sebagai virus. Mengapa dapat dikatakan sebagai virus? Karena seorang yang ingin mencontek pasti akan mengajak atau mempengaruhi teman yang lain untuk  menutupi aksinya agar tidak diketahui atau agar   mencontek juga Pada akhirnya perilaku mencontek ini jika dibiarkan tumbuh dan berkembang di kalangan siswa akan menjadi budaya .
Masalah lain yang timbul dari budaya mencontek ini adalah pada saat guru memberikan nilai pada hasil ulangan siswa. Mungkin siswa yang mencontek dalam ulangan justru nilainya lebih baik dari nilai ulangan siswa yang jujur.. Hal ini jugadapat mendorong siswa siswa yang tidak mencontek tadi merasa kecewa dan akhirnya memilih jalan untuk ikut mencontek juga.
Untuk mengatasi masalah ini, maka  perlu ada tindakan khusus dari sekolah untuk mengetahui siapa siswa yang hobi mencontek dengan pemasangan CCTV sehingga para siswa yang suka mencontek akan diketahui dan dengan begitu guru dapat mengambil tindakan yang terbaik agar siswa  tidak lagi melakukan perbuatan tersebut. Selain itu, dengan pemasangan CCTV juga membantu keamanan sekolah selain bermanfaat juga untuk mengawasi perilaku-perilaku yang dilakukan para siswa.
Dengan cara tersebut nantinya akan mengurangi berkembangnya virus mencontek. Selain itu, secara tidak langsung  sekolah telah memfasilitasi agar siswa – siswi di SMA Negeri 1 Kutowinangun tidak suka mencotek lagi dan akan  menjadi pribadi yang percaya pada diri sendiri . Dengan demikian, mereka akan tertuntut untuk lebih giati dalam belajar agar  dapat mengerjakan soal-soal pada saat ulangan sehingga akan tercipta  persaingan yang sehat di antara para siswa. ( Ami Safitri)